mari tertawa.. untuk si bodoh ini

17 09 2009

Di sebuah sirkuit di kota Welkom, Afrika Selatan saat itu tanggal 18 April 2004, kejuaraan pertama motoGP Dunia di mulai (sebelumnya 500cc). Masih ingat sekitar 1 bulan sebelumnya dunia balap motor terguncang karena kepindahan Rossi ke Yamaha. Yup.. Yamaha, bro! pabrikan yang telah beberapa musim bergulat dengan manajemen ‘putus asa’ (kalo boleh aku bilang); dah boros uang, terlalu banyak orang pintar dalam 1 pit dan motornya: M1 telah begitu terkenal sebagai motor berteknologi penuh kabel namun bertenaga keledai! Sebuah keputusan sulit untuk meninggalkan RC211V, namun dengan kepindahan ke Yamaha serta kemenangan itu, Rossi telah menghancurkan sebuah mitos di otak para pembalap dunia saat itu: Jika ingin menang, pakailah Honda!

.

rossi

.

Setelah last-lap dan melewati garis finish, Rossi menepikan M1-nya ke dekat pembatas sirkuit. Turun, mencium M-1nya kemudian duduk di tanah, melingkarkan kedua lengan membekap kedua lutut dan menundukkan kepalanya yang masih berhelm. Mungkin kebanyakan dari kita, termasuk aku pada saat itu berpikir bahwa Rossi sedang terisak, menahan emosi balapan dan kemenangan yang sedang beradu keras jadi satu. Namun dalam buku The Autobiography of Valentino Rossi: What if I had never tried it! Rossi menuliskan kalo pada saat itu dia tertawa, ya.. tertawa!

*  *  *  *  *

Mungkin seperti itu kondisiku malam ini.. tertawa, hahahaa!

Tertawa.. karena nggak tau kenapa koq aku bisa sedemikian yakin dan leganya?! Yakin bahwa lapar & hausku di bulan ini tidak akan percuma. Lega karena tahajud, qiro’ah dan amalan lainnya kurasakan sudah sangat cukup dan diterima oleh-Nya. Hingga di hari2 ni aku masih berjibaku dengan rutinitas yang lebih banyak berujung pada ‘kesia-siaan’, namun demikian cerdiknya, aku bungkus rapi semuanya dengan nama ibadah dalam ‘arti luas’! Hingga tenang di hati, banyak temen2 yang ngikut, rame2 kajian jelang buber, dsb. ck.. ck..ck..!

Aku juga tertawa.. bingung kenapa aku nggak bisa menangis ato sekedar pura2 nangis?! Sebab dari hadits2 diceritakan bahwa itulah yang biasa dilakukan Rosulullah dan sahabatnya ketika Ramadhan berajak pergi, Yang aku rasakan sekarang malah euphoria sambut Ied mengelilingi diri, yang semua makin menunjukkan nek aku tu nggak paham! Huuu.. Stupid, fi!

Yah.. saat ini aku makin nggak jelas,
dan masih tertawa,  hahahaa..
menertawakan diri ini yang makin bodoh saja!

Astaghfirullah..
Allah.. temani dan ajari aku selalu!


Tindakan

Information

6 tanggapan

17 09 2009
Adi Wirawan

Nanti habis gelombang jadi Futsal bareng maneh? wkwkwkw

17 09 2009
Eff

Duduk bersimpuh dihadapan-Mu
Mencoba mendekati-Mu yang terasa jauh
Sujud memohon ke Hadirat-Mu
Meraih cinta kasih-Mu yang kuharap selalu

Mengangkat kedua tanganku meminta pengampunan-Mu
Bercucuran air mataku mengharap kau melihat, kesungguhanku
Mencari setitik cahaya-Mu di kegelapan jiwaku
Bergetar bibirku di saat ku mengucapkan nama-Mu, dalam doa
………………………

Semua pinta kuhaturkan pada-Mu
Mengharap kau mengabulkan semuanya itu
Segala dosa kukatakan pada-Mu
Semoga Kau mengampuni kelalaianku

Sehingga akan terasa ringan di setiap langkahku
Menjalani hari-hariku yang ku tak pernah tahu, sampai kapankah……

17 09 2009
hamba Allah

Astaghfirullah.. sebuah nasehat untuk kita semua.
Jazakallah khoir..

17 09 2009
ij0_Loemoed

me too…. hix’z..Hix’z…

Q merasa ad yang hilang tapi aQ g tw ap it…???
Q jelajahi tiap ‘hati’ tapi nggak Q temui solusi…

mengenaskan..

setaon sudh aQ ‘crazy’..kuliah Q peteteran…hiduuuuppp oh hiduuup…

18 09 2009
iS_naiN

Sama fren, tu yg jg aku rasakan skarang.
Ya Allah.. ampuni kami :(

18 09 2009
annisa

idem, fii
tapi aku gak mo tertawa,
hikz.. hikzz..

Tinggalkan sebuah tanggapan