
Semester ini, mata kuliah Kehumasan di jurusan Komunikasi UGM hanya diikuti lima mahasiswa. Pak Rusdi, sang dosen pengampu hanya mengadakan ujian lisan di akhir semester. Kelima mahasiswa dipanggil satu per satu ke ruang dosen untuk mengikuti ujian tersebut.
“Kamu, Agus, siapa nama pacar kamu dan jelaskan sedikit tentang dia? tanya pak Rusdi. Pertanyaan mudah, pikir Agus. “Pacar saya Isnaini pak, anak matematika UNY, orangnya cantik, rambut sebahu,….”
“Oke, cukup, cukup! Kamu dapat nilai A, karena kamu telah melakukan usaha menjalin relasi dengan perguruan tinggi lain, inter-university relationship!” Pak Rusdi memberi keputusan.
Giliran mahasiswa kedua, “Wawan, dimana pacarmu kuliah?” Tanya Pak Rusdi to the point. “Eh.. pacar saya Laras pak, anak sastra UGM” jawab Wawan agak kaget dengan pertanyaan pak Rusdi.
“Baik, kamu saya kasih nilai B, karena telah melakukan komunikasi dengan fakultas lain. Sayang sekali masih dalam satu universitas” Urai pak Rusdi sambil menulis di lembar nilai.
Mahasiswa ketiga masuk ruangan, pak Rusdi langsung tanya: “Kamu Andri? Pacarmu ambil kuliah dimana?”. “Iya pak, saya Andri. Pacar saya ambil HI UGM pak” jawab Andri, agak bingung dengan pertanyaan ujiannya.
“Oke, kamu dapat C, karena cuma membangun networking dengan satu fakultas”
Mahasiswa ke empat masuk. “Budi, kuliah dimana pacarmu?”. “Pacar saya teman sekelas pak, satu angkatan dengan saya. Si Nila yang pintar itu lho pak, yang sering dapat nilai bagus kalo bapak ngasi kuis2 pas kuliah..” Jawab Budi mencoba mengakrabi dosen yang agak aneh itu.
“Hubungan yang sangat tidak kreatif, tidak pernah melakukan komunikasi ke pihak eksternal. Nilai ujian kamu D, terserah mau ngulang ato tidak” Timpal pak Rusdi memotong penjelasan Budi.
Mahasiswa terakhir dapat giliran. “Nama kamu Afie? Kuliah dimana pacarmu”. Si Afie geragapan, “Eee.. saya, saya tidak punya pak”
“Waduh! Kamu harus mengulang kuliah saya tahun depan!”.
(from book ‘the Kampus, cerdas dulu baru bisa lucu’ by Kelik Supriyanto)


jawab aja pak dokter, NPSP!
pendak tahun ngulang terus no..
Oww jadi iku alasan mu tho mas selama ini …. wkwkwkw
menurut wikipedia makna pacaran adalah “Pacaran merupakan proses perkenalan antara dua insan manusia. Ini merupakan proses pencarian kecocokan menuju kehidupan berkeluarga yang dikenal dengan pernikahan. Dalam pacaran, ada aktivitas yang disebut dengan kecan. Aktivitas ini berupa kegiatan yang telah direncana, maupun tak terencana. Kencan yang tak terencana disebut dengan kencan buta.”
Kalau kencan bukan dalam bentuk jasad tapi lewat layanan media kie masuk dalam pacaran gak ya mas?
lucu………….. ^^