bismillah..

4 10 2010

hupp

saatnya..

wake uppp!

🙂





Indonesia YES! Pacaran NO!

3 10 2009

pacar

Semester ini, mata kuliah Kehumasan di jurusan  Komunikasi UGM hanya diikuti lima mahasiswa. Pak Rusdi, sang dosen pengampu hanya mengadakan ujian lisan di akhir semester. Kelima mahasiswa dipanggil satu per satu ke ruang dosen untuk mengikuti ujian tersebut.

“Kamu, Agus, siapa nama pacar kamu dan jelaskan sedikit tentang dia? tanya pak Rusdi. Pertanyaan mudah, pikir Agus. “Pacar saya Isnaini pak, anak matematika UNY, orangnya cantik, rambut sebahu,….”

“Oke, cukup, cukup! Kamu dapat nilai A, karena kamu telah melakukan usaha menjalin relasi dengan perguruan tinggi lain, inter-university relationship!” Pak Rusdi memberi keputusan.

Giliran mahasiswa kedua, “Wawan, dimana pacarmu kuliah?” Tanya Pak Rusdi to the point. “Eh.. pacar saya Laras pak, anak sastra UGM” jawab Wawan agak kaget dengan pertanyaan pak Rusdi.

“Baik, kamu saya kasih nilai B, karena telah melakukan komunikasi dengan fakultas lain. Sayang sekali masih dalam satu universitas” Urai pak Rusdi sambil menulis  di lembar nilai.

Mahasiswa ketiga masuk ruangan, pak Rusdi langsung tanya: “Kamu Andri? Pacarmu ambil kuliah dimana?”. “Iya pak, saya Andri.  Pacar saya ambil HI UGM pak” jawab Andri, agak  bingung dengan pertanyaan ujiannya.

“Oke, kamu dapat C, karena cuma membangun networking dengan satu fakultas”

Mahasiswa ke empat masuk. “Budi, kuliah dimana pacarmu?”. “Pacar saya teman sekelas pak, satu angkatan dengan saya. Si Nila yang pintar itu lho pak, yang sering dapat nilai bagus kalo bapak ngasi kuis2 pas kuliah..” Jawab Budi mencoba mengakrabi dosen yang agak aneh itu.

“Hubungan yang sangat tidak kreatif, tidak pernah melakukan komunikasi ke pihak eksternal. Nilai ujian kamu D, terserah mau ngulang ato tidak” Timpal pak Rusdi memotong penjelasan Budi.

Mahasiswa terakhir dapat giliran. “Nama kamu Afie? Kuliah dimana  pacarmu”. Si Afie geragapan, “Eee.. saya, saya tidak punya pak”

“Waduh! Kamu harus mengulang kuliah saya tahun depan!”.

(from book  ‘the Kampus, cerdas dulu baru bisa lucu’ by Kelik Supriyanto)





EMPty-empTY

27 09 2009

selamat-hari-raya





proudly Indonesia

27 09 2009

Bangga IndonesiaDi Indonesia telah dibangun sebuah pusat pembibitan serta pemeliharaan ikan tawar terbesar se-Asia tenggara. Untuk memperkenalkan ke dunia luar, maka duta2 negara sahabat, pelaku bisnis ekspor-impor serta calon2 investor baik dalam maupun luar negeri diundang dalam seremoni grand openingnya.

Sebelum puncak acara gunting pita peresmian tempat tersebut, para tamu undangan diajak berkeliling untuk melihat kolam-kolam besar pembibitan dan pemeliharaan. Kolam2 didesain memanjang dan dibuat menyerupai sungai2 alami.

Terjadi dialog di antara para tamu undangan.

Tamu dari Singapura: Di negara saya tidak perlu perternakan ikan seperti ini, kalau kami mau makan ikan.. pergi saja ke sungai bawa ember! cidukkan ke sungai, dua atau tiga kali ciduk pasti dapat ikan!

Tamu dari Jepang: Dua tiga kali? Kalo di negara saya, sekali ciduk saja pake ember pasti sudah dapat ikan!

Tamu dari Malaysia : Eeh,. Tuan-tuan masih kalah! di negara saya tidak usah pakai ember, pakai saja gayung mandi, sekali ciduk ke sungai pasti langsung dapat 2 ikan!

Sang tuan rumah yang dari tadi cuma diam, akhirnya angkat bicara: He… bapak-bapak! Anda baru kali ini ke Indonesia ya? Di negara ini.. di setiap sungainya, jika Anda ingin mengambil airnya satu gelas saja susah banget! Anda harus usir ikan- ikan yang ada di sungai, baru Anda bisa ambil airnya.





mari tertawa.. untuk si bodoh ini

17 09 2009

Di sebuah sirkuit di kota Welkom, Afrika Selatan saat itu tanggal 18 April 2004, kejuaraan pertama motoGP Dunia di mulai (sebelumnya 500cc). Masih ingat sekitar 1 bulan sebelumnya dunia balap motor terguncang karena kepindahan Rossi ke Yamaha. Yup.. Yamaha, bro! pabrikan yang telah beberapa musim bergulat dengan manajemen ‘putus asa’ (kalo boleh aku bilang); dah boros uang, terlalu banyak orang pintar dalam 1 pit dan motornya: M1 telah begitu terkenal sebagai motor berteknologi penuh kabel namun bertenaga keledai! Sebuah keputusan sulit untuk meninggalkan RC211V, namun dengan kepindahan ke Yamaha serta kemenangan itu, Rossi telah menghancurkan sebuah mitos di otak para pembalap dunia saat itu: Jika ingin menang, pakailah Honda!

.

rossi

.

Setelah last-lap dan melewati garis finish, Rossi menepikan M1-nya ke dekat pembatas sirkuit. Turun, mencium M-1nya kemudian duduk di tanah, melingkarkan kedua lengan membekap kedua lutut dan menundukkan kepalanya yang masih berhelm. Mungkin kebanyakan dari kita, termasuk aku pada saat itu berpikir bahwa Rossi sedang terisak, menahan emosi balapan dan kemenangan yang sedang beradu keras jadi satu. Namun dalam buku The Autobiography of Valentino Rossi: What if I had never tried it! Rossi menuliskan kalo pada saat itu dia tertawa, ya.. tertawa!

*  *  *  *  *

Mungkin seperti itu kondisiku malam ini.. tertawa, hahahaa!

Tertawa.. karena nggak tau kenapa koq aku bisa sedemikian yakin dan leganya?! Yakin bahwa lapar & hausku di bulan ini tidak akan percuma. Lega karena tahajud, qiro’ah dan amalan lainnya kurasakan sudah sangat cukup dan diterima oleh-Nya. Hingga di hari2 ni aku masih berjibaku dengan rutinitas yang lebih banyak berujung pada ‘kesia-siaan’, namun demikian cerdiknya, aku bungkus rapi semuanya dengan nama ibadah dalam ‘arti luas’! Hingga tenang di hati, banyak temen2 yang ngikut, rame2 kajian jelang buber, dsb. ck.. ck..ck..!

Aku juga tertawa.. bingung kenapa aku nggak bisa menangis ato sekedar pura2 nangis?! Sebab dari hadits2 diceritakan bahwa itulah yang biasa dilakukan Rosulullah dan sahabatnya ketika Ramadhan berajak pergi, Yang aku rasakan sekarang malah euphoria sambut Ied mengelilingi diri, yang semua makin menunjukkan nek aku tu nggak paham! Huuu.. Stupid, fi!

Yah.. saat ini aku makin nggak jelas,
dan masih tertawa,  hahahaa..
menertawakan diri ini yang makin bodoh saja!

Astaghfirullah..
Allah.. temani dan ajari aku selalu!





Ramadhan kali ini..

10 09 2009

Seorang sahabat Nabi, Alqomah r.a. menceritakan bahwa ia dan beberapa sahabat pernah pergi ke rumah Rosulullah SAW dan mendapati beliau tidur beralaskan tikar dari daun kurma kering yang disusun. Ketika bangun, garis-garis tikar itu membekas di wajah beliau. Kami berkata: “Wahai Rosulullah, jika engkau menghendaki kami akan membangunkan sebuah rumah yang layak dan kami isi dengan perabotan yang cukup.”

Sang manusia agung terdiam sejenak, kemudian menjawab: “Ada apa dengan dunia, Alqomah? Di sini kita seperti musafir yang berteduh sejenak di bawah pohon, kemudian berlalu meninggalkannya.”

*  *  *  *

Ketika Allah SWT -lewat malaikat Jibril- menawarkan kepada Muhammad SAW untuk mengubah gunung pasir Uhud menjadi emas permata, dengan senyum di bibir beliau menjawab: “Allohumma ya Allah.. jadikanlah hamba lapar sehari dan kenyang sehari. Ketika lapar hamba dapat bersabar dan ketika kenyang hamba bersyukur kepada-Mu.”

Bumi yang dipijak seakan bergetar, langit pun demikian. Betapa manusia pilihan yang di tangan kanannya tergenggam kekuatan matahari dan di tangan kirinya terpancar kelembutan rembulan, hanya menjawab tawaran menggiurkan tersebut dengan rintihan do’a permohonan yang begitu sederhana?

*  *  *  *

Ramadhan kali ini..

Dari kajian bersama Ustadz Toto Tasmara, disebutkan bahwa salah satu hikmah Ramadhan adalah melatih diri untuk hidup sederhana, menikmati kesederhanaan dengan penuh empati dengan mencoba untuk ikut merasakan kesederhanaan hidup orang lain. Rosulullah, uswah kita selalu mencontohkannya dalam detik-detik kehidupan beliau. Pesan beliau pada saat itu: “ Sesungguhnya umatku akan selalu dalam kemenangan, selama mereka makan setelah lapar dan berhenti sebelum kenyang.”

Kita adalah umat yang pernah mengukir kejayaan sebuah peradaban manusia di muka bumi ini. Umat yang dicelup dengan sibghatallah, celupan Allah. Mari dengan Ramadhan kali ini, kita tebarkan iman dengan cinta, kita ukir amal penuh prestasi dan menjadikan hidup ini sarat arti.





Re-define: Syetan

3 09 2009

setan

Sebuah janji dari langit untuk menjaga kesucian bulan ini. Tidak melulu tentang berita gembira akan kemudahan beramal, namun juga sebuah pertanyaan besar: Jika kita masih saja berdusta, tidak amanah, tidak mampu menjaga hati, pandangan serta perkataan, atau malah masih saja berbuat maksiat.. Sepertinya definisi syetan di otak kita perlu ditinjau ulang!








Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.